Minggu, 30 Agustus 2020

TERPROYEKSI KEMBALI ?

#Cermat9

 

Kala itu, bulan April terasa baik-baik saja, tak pernah merasa akan terjadi apapun...

"Kita putus ya ?"

"Pasti April Mop ya ?

"Aku Serius" ucapnya 

titttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt *suara detak jantung berhenti (ceritanya).

Duniaku berhenti sejenak sekitar 10 detik dengan pandangan dan tatapan kosong kulihat layar telepon genggam yang tidak ku genggam karena masih tidak percaya dengan apa yang ku lihat dan ku baca. Setidaknya itu yang ku ingat setelah beberapa tahun hidup seperti semestinya dan bergulir dengan tetap mengagumkan untukku.

Beberapa hari yang lalu dalam sebuah pertemuan rahasia, pikiran ku terbentur dengan hal-hal yang sangat mengingatkanku tentang seseorang dimasa lalu. Penerus ku didalam sebuah organisasi memiliki nada suara yang mirip dengannya.

Sontak pikiranku menarikku dan membawaku kembali ke beberapa tahun kebelakang ketika percakapan-percakapan dengannya terasa seperti lebih keren dari cerita tahun 1990-1991 yang difilmkan beberapa tahun yang lalu yang menghebohkan kota Bandung.

Namun bukan sosoknya yang menjadi garis bawah dari pikiran ku saat itu. Perihal beberapa pertanyaan yang tidak sempat ku temukan jawabannya saat itu. 

Padahal pada saat hari terjadinya peristiwa terputusnya tali silaturahmi antar hamba-hamba-Nya, tidak pernah terpikirkan apapun. Ya, semesta saat itu sedang tidak baik-baik saja.

Kepingan ingatan beberapa hari setelahnya pun datang kedalam pikiranku, tepatnya kemarin saat dini hari pasca bertemu dengan seseorang dari anggota grup whatsapp keluarga besarnya...

isi kepingan itu adalah seorang teman memberitahukanku bahwa dia sudah move on. Jujur pada saat itu ku kira tidak ada yang salah dengan ucapan temanku. "oh iya bagus" kira-kira seperti itu responku.

 

Sebentar, ada yang salah...

Setelahnya,

satu persatu kepingan ingatan itu terproyeksi kembali.

Senin, 04 Mei 2020

SEKOLAH MENENGAH ATAS part 3

#Cermat8

Pasca pelantikan ketua osis, beberapa ekstrakulikuler (eskul) mengadakan rapat tahunan dan mengundang saya untuk memberikan saran dan mungkin bisa bekerja sama untuk membuat acara dan berkolaborasi dengan pihak osis nantinya.


"Mat ayo rapat sama eskul urang (saya,dalam bahasa sunda)".
"Nanti aja gimana ?" sanggahku karena lelah seharian blusukan ke eskul-eskul yang ada.
"Urgent iyeu mah !"
"Hmm ayok deh"

masuk lah saya ke dalam ruang kelas yang kosong, "wah banyak juga ya anggota eskulnya" celetukku dalam hati. ku kira urgent karena mereka sudah berkumpul terlebih dahulu.

beberapa saat kemudian, beberapa anggota eskul tersebut memasuki ruangan yang terdapat saya didalamnya sedang bermain handphone untuk menunggu mereka datang.

Rapat pun segera dimulai...

Rencananya rapat ini membahas mengenai bagaimana kedepannya dan apa saja program yang bisa dilakukan disekolah ini. Karena saya sudah lelah saya menginstruksikan rapat berjalan secara tidak formal saja supaya saya tidak terlalu stress.

Ditengah rapat, supaya tidak tegang, saya memberikan celetukan-celetukan yang dapat mencairkan suasana. Peserta rapat pun tertawa

"hahahaha..." lalu berhenti.

namun, salah satu orang nampaknya tidak bisa berhenti tertawa yang membuat seluruh peserta rapat tertuju pandangannya pada orang tersebut yang kebetulan adalah seorang siswi.

Entah apa yang merasuki saya (bukan lagu), saya pun terpikat oleh caranya tertawa.

"Wah boleh juga nih cewe"

Rapat pun selesai.

Keesokan harinya saya pun bertanya kepada teman saya

"Yang kemarin ketawa mulu siapa namanya ?"
"anu...(menyebutkan nama)"

NAMANYA BUKAN ANU YA CUK !

Petualangan pun dimulai....

(to be continued)

Minggu, 12 April 2020

SEKOLAH MENENGAH ATAS part 2

#Cermat7

Sampai pada akhirnya,

Pemilihan Ketua OSIS tingkat Sekolah Menengah menjadi awal mula kebangkitan mugen tsukoyomi, bukan dong.

Ya, ajang pembuktian yang tepat bahwa saya ada didunia ini.
Mengapa memberanikan diri menyalonkan sebagai Ketua OSIS ?

Sejak SMP saya hanya dikenal sebagai tukang onar, tukang bully orang, itu pun hanya di lingkungan kelas saja. Bahkan tidak ada yang percaya bahwa saya adalah alumni SMP tersebut kecuali teman-teman terdekat. Bahkan kepala sekolah saja tidak tau siapa saya. "Kayaknya bukan murid sekolah sini deh", itu potongan dialog di film marmut merah jambu, Raditya dika.

Satu hal,
tidak adanya Ketua OSIS di angkatan saya ketika SMP pun mendorong saya untuk menjadi seorang Ketua OSIS pertama diangkatan saya (ketika SMP), ya walaupun sudah beda jenjang. Ketika SMP, angkatan kami tidak ada calon yang benar-benar berkompeten menjadi Ketua Osis, maka dari itu, yang menjadi Ketua Osis pada masa angkatan kami adalah adik kelas. Seakan-akan angkatan kami terskip dalam masa jabatan osis.

Singkat cerita saya yang mendapatkan suara terbanyak dan terpilih sebagai wakil dekan 2,
bukan dong.

Lagi dan lagi saya percaya satu hal, yaitu
Seseorang yang bukan siapa siapa dimasa lalu akan menjadi 'Seseorang' dimasa depan.

Itulah yang menyebabkan seseorang dimasa lalu mulai menghubungi saya (lagi) disaat saya sudah menjadi 'Seseorang' dimasa itu.

"Selamat ya..."
"Iya" jawab saya dengan ketus dan sedikit tertawa sinis hahaha (jancuk).

Dengan sombong saya tidak terlalu menghiraukan pesan singkat itu.

Tapi, kukira itu tidak sombong, setelah apa yang dia lakukan dimasa lalu.

Beberapa minggu kemudian...


(to be continued)

Jumat, 27 Desember 2019

SEKOLAH MENENGAH ATAS

#CERMAT6

Masa SMA merupakan masa yang paling indah.

Saya masih orang yang sama pada cerita-cerita sebelumnya.
Mungkin pada saat itu, masuk pada jenjang SMA adalah hal yang paling saya tunggu,
tapi ternyata tidak.

Ada siklus yang beredar dimasyarakat sejak zaman tentara VOC main tetris bahwa :
ketika kita SMP ingin cepat-cepat SMA, ketika kita SMA ingin cepat-cepat LULUS, setelah LULUS ingin kembali ke SMA.

Namun dibalik itu semua, terselip kabar beredar bahwa seseorang akan menemukan cinta pertamanya (yang benar-benar) itu ketika SMA. Pada awalnya saya ragu akan hal itu, terkesan tak peduli, sama seperti kabar bahwa masa SMA itu masa yang paling menyenangkan, nyatanya kotoran anjing.

Awal perjalanan hanya berharap bisa naik kelas dan tidak dikeluarkan dari sekolah dan tidak memikirkan hal yang macam-macam. Sampai pada tahap saya menyerah menjadi orang yang ingin mengejar akademik ketika melihat lingkungan yang tidak sehat untuk bersaing jika mengandalkan kejujuran dan kemampuan diri.

Akhirnya mengikuti organisasi adalah kunci untuk tidak terfokus hanya pada akademik saja yang sudah diatur sedemikian rupa.

Seperti penjual bakso borak, awalnya coba-coba mengikuti organisasi resmi sekolah, semakin kesini semakin nyaman dan sangat ambisius.

Tahun pertama semua terasa hambar rasanya jika hanya terfokus kepada organisasi dan sedikit akademik. Apakah diri ini membutuhkan seseorang yang dapat mendengarkan keluh kesah selama ini ?

Saya kira tidak, atau belum, atau masih trauma, atau tidak peduli...
Ya, belum sepertinya.

Sampai pada akhirnya...




(to be continued)



Jumat, 06 Desember 2019

ORIENTASI

#CERMAT5

Menurut saya, awal perjalanan seorang individu dimulai ketika Sekolah Menengah Atas. Awal mula pertemanan yang memang benar teman, awal mula benar-benar mencintai lawan jenis, dan jangan lupa, awal mula patah hati yang memang ah sudahlah...

Percayalah, di Sekolah Menengah Pertama, patah hati terhebat menurut Guinness World Records pun berlaku hanya sampai kalian mendapatkan medali alumni dan cap tiga jari. Setelah itu, gerbang menuju kemerdekaan yang hakiki akan terlihat ketika melangkahkan kaki menuju Sekolah Menengah Atas.

Berandai-andai, kelak, saya akan nememukan seseorang yang saya cari di SMA dan seseorang dimasa lalu yang menyakitkan tidak akan bertemu lagi disini, walaupun takdirnya bertemu, saya berjanji untuk tidak kembali.

BENAR SAJA,
melupakan masa SMP lebih mudah seperti membalikkan telapak tangan.

Waktu berpihak, ternyata semua ini hanya masalah waktu dan ketidakpedulian yang sedikit dicampur bumbu kebencian yang memang sudah tidak bisa diredam kala itu. Namun, ya waktu berpihak.

Satu hal,
Seseorang yang bukan siapa siapa dimasa lalu akan menjadi 'Seseorang' dimasa depan.
Yups...
Saya percaya itu, Tuhan Maha Adil.

Jumat, 25 Oktober 2019

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA part 4

#CERMAT4

Mungkin pada saat itu juga, saya tidak percaya akan pertemanan.

Hati anak smp mana yang tidak hancur pada saat itu,
namun karena peristiwa itu saya bisa lebih jeli memfilter teman-teman yang memang benar-benar teman.

Saya bersyukur, setelah itu saya duduk dengan yang sekarang menjadi sahabat saya, sebenarnya saya lupa siapa yang duduk bersama saya setelah kejadian itu terjadi, namun jejak digital tidak bisa dipungkiri, saya akhirnya ingat siapa yang duduk bersama saya kala itu.

Karena kehidupan harus tetap berjalan, sahabat saya mengingatkan "TIDAK PERLU BERLARUT LARUT ! COBA IKUT STAND UP COMEDY SAJA !"

"Ah menyatakan cinta saja saya tidak berani, apalagi disuruh melucu didepan banyak orang"

Dengan 1000 bujuk rayu dan langsung saja dikenalkan kepada anggota komunitas standup comedy yang kebetulan teman dekatnya itu akhirnya saya di ajak gabung komunitas.

Keputusan paling tepat yang pernah saya ambil ketika patah hati.

Setelah itu kehidupan saya jauh lebih baik. Dapat memahami bahwa segala kekecewaan, keresahan, kegalauan, bisa menjadi lucu bagaimana sudut pandang diri kita masing masing

Jumat, 18 Oktober 2019

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA part 3

#CERMAT3

Ternyata perhatianku kepada dia pada saat itu salah sasaran, teman dekatnya merasa bahwa saya memperhatikannya, padahal sama sekali tidak dan tidak akan terjadi.

Oh sialan.
teman dekatnya menduga bahwa saya menyukainya, dan membuat dia yang selama ini saya perhatikan mundur secara perlahan, dia mengira bahwa saya dekat dengan temannya itu, padahal tidak, temannya hanya mengaku-ngaku saja -_- kambing memang.

Dan keesokan harinya saya memberanikan diri untuk bertanya kepada dia, kurang lebih seperti ini "kamu kenapa menjauh dariku ?", dan dia menjawab tidak enak dengan temannya itu yang ke geer an bahwa menurutnya, saya memperhatikannya -_-.

Yang lebih mencengangkan adalah ketika saya mendapat info dari teman saya yang satu kelas dengan mereka berdua bahwa orang yang ke geer an ini memusuhi gebetan saya -_- dan mempengaruhi satu kelas itu untuk memusuhinya -_- sialan.

Sampai akhirnya dia menjauh demi tidak dimusuhi oleh temannya ini.
Kandas...
Dadas...
ah sudahlah.

Sejak kejadian itu saya sangat menyayangkan keputusannya itu. sialnya kami banyak bertatap muka semenjak kejadian itu. Karena saya masih kesal, saya selalu memalingkan muka ketika berpapasan denganya secara tidak sengaja. ah saya so so an jual mahal. Akhirnya saya memutuskan untuk menghindar darinya

KEPUTUSAN SAYA YANG MENCOBA MENGHINDAR DARINYA TERNYATA SALAH.

berawal ketika didalam kelas semua orang tertawa dan melihat saya dengan tatapan yang aneh, saya seperti dikasihani oleh seisi kelas, saya penasaran ada apa.
Lalu salah satu teman saya menepuk bahu saya dan berkata "YANG SABAR YA MAT !" karena saya tidak tau permasalahannya apa maka ku balas saya "HEHEHE IYA SAYA MAH SELALU SABAR KOK !" padahal saya tidak tau apa maksud dari perkataan teman saya ini...

Hari berganti hari
AKHIRNYA ! saya tau apa maksud dari "YANG SABAR YA MAT !".

TERNYATA DIA (GEBETAN SAYA) BERPACARAN DENGAN TEMAN SEBANGKU SAYA WAKTU ITU. WOW.

Pada saat itu juga saya memutuskan untuk pindah tempat duduk ke pojok belakang...



(to be continued)