Jumat, 27 Desember 2019

SEKOLAH MENENGAH ATAS

#CERMAT6

Masa SMA merupakan masa yang paling indah.

Saya masih orang yang sama pada cerita-cerita sebelumnya.
Mungkin pada saat itu, masuk pada jenjang SMA adalah hal yang paling saya tunggu,
tapi ternyata tidak.

Ada siklus yang beredar dimasyarakat sejak zaman tentara VOC main tetris bahwa :
ketika kita SMP ingin cepat-cepat SMA, ketika kita SMA ingin cepat-cepat LULUS, setelah LULUS ingin kembali ke SMA.

Namun dibalik itu semua, terselip kabar beredar bahwa seseorang akan menemukan cinta pertamanya (yang benar-benar) itu ketika SMA. Pada awalnya saya ragu akan hal itu, terkesan tak peduli, sama seperti kabar bahwa masa SMA itu masa yang paling menyenangkan, nyatanya kotoran anjing.

Awal perjalanan hanya berharap bisa naik kelas dan tidak dikeluarkan dari sekolah dan tidak memikirkan hal yang macam-macam. Sampai pada tahap saya menyerah menjadi orang yang ingin mengejar akademik ketika melihat lingkungan yang tidak sehat untuk bersaing jika mengandalkan kejujuran dan kemampuan diri.

Akhirnya mengikuti organisasi adalah kunci untuk tidak terfokus hanya pada akademik saja yang sudah diatur sedemikian rupa.

Seperti penjual bakso borak, awalnya coba-coba mengikuti organisasi resmi sekolah, semakin kesini semakin nyaman dan sangat ambisius.

Tahun pertama semua terasa hambar rasanya jika hanya terfokus kepada organisasi dan sedikit akademik. Apakah diri ini membutuhkan seseorang yang dapat mendengarkan keluh kesah selama ini ?

Saya kira tidak, atau belum, atau masih trauma, atau tidak peduli...
Ya, belum sepertinya.

Sampai pada akhirnya...




(to be continued)



Jumat, 06 Desember 2019

ORIENTASI

#CERMAT5

Menurut saya, awal perjalanan seorang individu dimulai ketika Sekolah Menengah Atas. Awal mula pertemanan yang memang benar teman, awal mula benar-benar mencintai lawan jenis, dan jangan lupa, awal mula patah hati yang memang ah sudahlah...

Percayalah, di Sekolah Menengah Pertama, patah hati terhebat menurut Guinness World Records pun berlaku hanya sampai kalian mendapatkan medali alumni dan cap tiga jari. Setelah itu, gerbang menuju kemerdekaan yang hakiki akan terlihat ketika melangkahkan kaki menuju Sekolah Menengah Atas.

Berandai-andai, kelak, saya akan nememukan seseorang yang saya cari di SMA dan seseorang dimasa lalu yang menyakitkan tidak akan bertemu lagi disini, walaupun takdirnya bertemu, saya berjanji untuk tidak kembali.

BENAR SAJA,
melupakan masa SMP lebih mudah seperti membalikkan telapak tangan.

Waktu berpihak, ternyata semua ini hanya masalah waktu dan ketidakpedulian yang sedikit dicampur bumbu kebencian yang memang sudah tidak bisa diredam kala itu. Namun, ya waktu berpihak.

Satu hal,
Seseorang yang bukan siapa siapa dimasa lalu akan menjadi 'Seseorang' dimasa depan.
Yups...
Saya percaya itu, Tuhan Maha Adil.

Jumat, 25 Oktober 2019

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA part 4

#CERMAT4

Mungkin pada saat itu juga, saya tidak percaya akan pertemanan.

Hati anak smp mana yang tidak hancur pada saat itu,
namun karena peristiwa itu saya bisa lebih jeli memfilter teman-teman yang memang benar-benar teman.

Saya bersyukur, setelah itu saya duduk dengan yang sekarang menjadi sahabat saya, sebenarnya saya lupa siapa yang duduk bersama saya setelah kejadian itu terjadi, namun jejak digital tidak bisa dipungkiri, saya akhirnya ingat siapa yang duduk bersama saya kala itu.

Karena kehidupan harus tetap berjalan, sahabat saya mengingatkan "TIDAK PERLU BERLARUT LARUT ! COBA IKUT STAND UP COMEDY SAJA !"

"Ah menyatakan cinta saja saya tidak berani, apalagi disuruh melucu didepan banyak orang"

Dengan 1000 bujuk rayu dan langsung saja dikenalkan kepada anggota komunitas standup comedy yang kebetulan teman dekatnya itu akhirnya saya di ajak gabung komunitas.

Keputusan paling tepat yang pernah saya ambil ketika patah hati.

Setelah itu kehidupan saya jauh lebih baik. Dapat memahami bahwa segala kekecewaan, keresahan, kegalauan, bisa menjadi lucu bagaimana sudut pandang diri kita masing masing

Jumat, 18 Oktober 2019

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA part 3

#CERMAT3

Ternyata perhatianku kepada dia pada saat itu salah sasaran, teman dekatnya merasa bahwa saya memperhatikannya, padahal sama sekali tidak dan tidak akan terjadi.

Oh sialan.
teman dekatnya menduga bahwa saya menyukainya, dan membuat dia yang selama ini saya perhatikan mundur secara perlahan, dia mengira bahwa saya dekat dengan temannya itu, padahal tidak, temannya hanya mengaku-ngaku saja -_- kambing memang.

Dan keesokan harinya saya memberanikan diri untuk bertanya kepada dia, kurang lebih seperti ini "kamu kenapa menjauh dariku ?", dan dia menjawab tidak enak dengan temannya itu yang ke geer an bahwa menurutnya, saya memperhatikannya -_-.

Yang lebih mencengangkan adalah ketika saya mendapat info dari teman saya yang satu kelas dengan mereka berdua bahwa orang yang ke geer an ini memusuhi gebetan saya -_- dan mempengaruhi satu kelas itu untuk memusuhinya -_- sialan.

Sampai akhirnya dia menjauh demi tidak dimusuhi oleh temannya ini.
Kandas...
Dadas...
ah sudahlah.

Sejak kejadian itu saya sangat menyayangkan keputusannya itu. sialnya kami banyak bertatap muka semenjak kejadian itu. Karena saya masih kesal, saya selalu memalingkan muka ketika berpapasan denganya secara tidak sengaja. ah saya so so an jual mahal. Akhirnya saya memutuskan untuk menghindar darinya

KEPUTUSAN SAYA YANG MENCOBA MENGHINDAR DARINYA TERNYATA SALAH.

berawal ketika didalam kelas semua orang tertawa dan melihat saya dengan tatapan yang aneh, saya seperti dikasihani oleh seisi kelas, saya penasaran ada apa.
Lalu salah satu teman saya menepuk bahu saya dan berkata "YANG SABAR YA MAT !" karena saya tidak tau permasalahannya apa maka ku balas saya "HEHEHE IYA SAYA MAH SELALU SABAR KOK !" padahal saya tidak tau apa maksud dari perkataan teman saya ini...

Hari berganti hari
AKHIRNYA ! saya tau apa maksud dari "YANG SABAR YA MAT !".

TERNYATA DIA (GEBETAN SAYA) BERPACARAN DENGAN TEMAN SEBANGKU SAYA WAKTU ITU. WOW.

Pada saat itu juga saya memutuskan untuk pindah tempat duduk ke pojok belakang...



(to be continued)

Jumat, 04 Oktober 2019

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA part 2

#CERMAT2

Kukira, mengalah kepada kakak kelas tentang percintaan merupakan blunder yang amat sangat bodoh yang pernah saya lakukan, pada saat itu.

Namun pada akhirnya itu merupakan pilihan yang tepat, karena hanya beberapa bulan lagi akan meninggalkan sekolah hehehe saatnya akan segera tiba, saya akan mendapatkan hatinya.

Hari-hari berikutnya, saya mencoba terlepas darinya dan membiarkan dia bersama (sementara) dengan orang yang saya berani jamin tidak bisa membahagiakannya. sama sekali tidak. maka dari itu lah sesekali aku  yang membahagiakannya diam-diam tanpa diketahui oleh kakak kelas itu hehehe. perihal mengapa saya menjadi "PHO" dalam hubungannya adalah saya tidak tega melihat orang yang saya sayangi (WAKTU ITU) tidak bahagia dengannya. Mulia sekali bukan ? hahaha tapi kupikir salah juga sih. tapi ya namanya juga anak ES EM PE.

kabar berhembus bahwa mereka sedang tidak baik baik saja.
kesempatanku,
dengan bermodalkan humor tingkat dewa, saya mulai beradaptasi lagi dengan dia.
Mengabarinya setiap saat, peduli akan kesehatannya, keluarganya, kucing peliharaannya, dan segala hal tentangnya. Ku yakin dia akan luluh.

Hubungan kami kembali erat,
sampai pada tahap "Saya semangat sekolah karena hanya ingin bertemu dengannya", melihatnya hadir di sekolah saja sudah cukup pada saat itu, ya... karena saya tidak berani berbicara dengannya secara langsung.

Semakin hari semakin kami dekat, mulai saling menyapa walaupun dengan anggukan dan tatapan, namun kurasa itu merupakan kemajuan yang luar biasa dalam hidupku.
Sampai pada saat, kelas kami berdua mengetahui kedekatan kami. saya selalu mengawasinya ketika kelas kami berdua sedang tidak ada guru.

Terdapat momen kelas kami berdua sedang tidak ada guru dan dia sedang berkumpul dengan teman-temannya di halaman kelasnya. Saya memberanikan diri untuk secara gamblang memperlihatkan bahwa saya sedang memperhatikannya. Namun entah angin apa, ketika saya memperhatikan dia, terdapat salah satu temannya yang merasa bahwa saya itu memperhatikan temannya itu, bukan dia. Padahal sudah jelas saya memperhatikan dia, ya, dia yang membuat hari-hariku lebih berwarna. pada saat itu tentunya...

(to be continued)















Jumat, 20 September 2019

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

#CERMAT1

Ketika jenjang Sekolah Menengah Pertama, saya dipertemukan oleh seorang perempuan tidak terlalu cantik namun menarik (Pada Masanya), dengan rambut panjang diikat khasnya. Dia saya temukan ketika saya nongkrong didepan kelas pada saat jam kosong. 

Lambat laun, ternyata teman-teman kelas saya pada saat itu adalah teman SD nya pada saat itu, langsung saja kan saya tau namanya hehehe...

Karena pada saat itu jamannya Facebook, BBM, Twitter, ya disitulah saya bertualang dengan dirinya. Selain tidak berani, mengikuti tren adalah alasan saya mengapa "pdkt an" nya melalui dunia maya, ya namanya juga anak smp kan. 

Hubungan kita semakin dekat, chat kita semakin rutin...
Mungkin pada saat ini "Selalu mengabari tiap saat" dianggap terlalu lebay, over, dan saya mengamini itu sekarang. Namun percayalah kawan, pada saat itu, hal lebay itu merupakan hal yang sangat menyenangkan dan mengasikan. Sampai pada titik ketika dia membalas chat 5 bar (baris), saya pun harus membalasnya 5 bar (baris), jika kurang 1 saja bar, maka salah satu diantara kita akan menambah topik pembicaraan, kalau tidak, ya salah satu diantara kita akan marah.

Semakin hari semakin dekat, saya mengamini dia akan menjadi yang pertama dihidup saya.
Sampai akhirnya, hubungan aneh kami ini diketahui oleh cukup banyak orang dan sampai ke kuping KAKAK KELAS yang ternyata adalah gebetannya... 
iya, hanya gebetan.

Karena saya masih junior pada saat itu, saya tidak mengerti kenapa tidak boleh mendekati seseorang yang sedang didekati oleh senior, ku kira itu tidak adil. Sampai pesan itu tersampaikan kepada saya yang berisikan ancaman bila saya masih mendekatinya. Karena saya sejak smp bergaulnya dengan senior, saya bertanya siapa sih orang itu yang mengancam saya hehe, dan setelah mengetahui informasinya, oke deh lebih baik saya ngalah saja...

(to be continued)

Kamis, 12 September 2019

[PROLOG CERMAT]

Buah dukuh, buah kedongdong (cakep)
Sebelum lebih jauh, kita kenalan dulu dong 

Sobat, 
perkenalkan nama saya Rifki Ahmad Fauzi, teman-teman terdekat saya panggil saya "Mamat" karena pada saat masih menempuh pendidikan di Sekolah Dasar, dikelas saya saat itu terdapat 3 nama Rifki (rifki,rifky,rifqi) belum ditambah yang namanya Rizki :')

Maka dari itu, saya membuat blog dengan nama "CERMAT (Cerita Mamat)" karena semenjak saya SD sampai sekarang, yang namanya Mamat (di lingkungan saya hidup) cuman saya hehe...

Oh iya, blog ini akan berisikan tentang cerita saya. sebenarnya bukannya mau narsis atau apa lah segala macem (siapa saya emangnya kan ya wkwkwk). Tapi pengen tau aja gitu, apakah yang saya alami semenjak saya dilahirkan juga dialami oleh kalian para pembaca blog ini tentunya. 

Yang diharapkan dari dibuatnya blog ini adalah kita dapat bertukar pikiran dan bertukar pendapat mengenai permasalahan duniawi, edan... dalem kan bahasa saya wkwkwk

Oke deh mungkin cukup perkenalan awal kita, semoga kalian tidak puas dan bisa mengenal saya lebih dekat dengan cara membaca cerita-cerita saya tentunya hehe...

Semoga saya istiqomah, kita awali blog ini dengan basmallah...
Bismillah ! Semangat saya ! :v

Salam Hormat

Mamat.