#Cermat7
Sampai pada akhirnya,
Pemilihan Ketua OSIS tingkat Sekolah Menengah menjadi awal mula kebangkitan mugen tsukoyomi, bukan dong.
Ya, ajang pembuktian yang tepat bahwa saya ada didunia ini.
Mengapa memberanikan diri menyalonkan sebagai Ketua OSIS ?
Sejak SMP saya hanya dikenal sebagai tukang onar, tukang bully orang, itu pun hanya di lingkungan kelas saja. Bahkan tidak ada yang percaya bahwa saya adalah alumni SMP tersebut kecuali teman-teman terdekat. Bahkan kepala sekolah saja tidak tau siapa saya. "Kayaknya bukan murid sekolah sini deh", itu potongan dialog di film marmut merah jambu, Raditya dika.
Satu hal,
tidak adanya Ketua OSIS di angkatan saya ketika SMP pun mendorong saya untuk menjadi seorang Ketua OSIS pertama diangkatan saya (ketika SMP), ya walaupun sudah beda jenjang. Ketika SMP, angkatan kami tidak ada calon yang benar-benar berkompeten menjadi Ketua Osis, maka dari itu, yang menjadi Ketua Osis pada masa angkatan kami adalah adik kelas. Seakan-akan angkatan kami terskip dalam masa jabatan osis.
Singkat cerita saya yang mendapatkan suara terbanyak dan terpilih sebagai wakil dekan 2,
bukan dong.
Lagi dan lagi saya percaya satu hal, yaitu
Seseorang yang bukan siapa siapa dimasa lalu akan menjadi 'Seseorang' dimasa depan.
Itulah yang menyebabkan seseorang dimasa lalu mulai menghubungi saya (lagi) disaat saya sudah menjadi 'Seseorang' dimasa itu.
"Selamat ya..."
"Iya" jawab saya dengan ketus dan sedikit tertawa sinis hahaha (jancuk).
Dengan sombong saya tidak terlalu menghiraukan pesan singkat itu.
Tapi, kukira itu tidak sombong, setelah apa yang dia lakukan dimasa lalu.
Beberapa minggu kemudian...
(to be continued)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar