#CERMAT2
Kukira, mengalah kepada kakak kelas tentang percintaan merupakan blunder yang amat sangat bodoh yang pernah saya lakukan, pada saat itu.
Namun pada akhirnya itu merupakan pilihan yang tepat, karena hanya beberapa bulan lagi akan meninggalkan sekolah hehehe saatnya akan segera tiba, saya akan mendapatkan hatinya.
Hari-hari berikutnya, saya mencoba terlepas darinya dan membiarkan dia bersama (sementara) dengan orang yang saya berani jamin tidak bisa membahagiakannya. sama sekali tidak. maka dari itu lah sesekali aku yang membahagiakannya diam-diam tanpa diketahui oleh kakak kelas itu hehehe. perihal mengapa saya menjadi "PHO" dalam hubungannya adalah saya tidak tega melihat orang yang saya sayangi (WAKTU ITU) tidak bahagia dengannya. Mulia sekali bukan ? hahaha tapi kupikir salah juga sih. tapi ya namanya juga anak ES EM PE.
kabar berhembus bahwa mereka sedang tidak baik baik saja.
kesempatanku,
dengan bermodalkan humor tingkat dewa, saya mulai beradaptasi lagi dengan dia.
Mengabarinya setiap saat, peduli akan kesehatannya, keluarganya, kucing peliharaannya, dan segala hal tentangnya. Ku yakin dia akan luluh.
Hubungan kami kembali erat,
sampai pada tahap "Saya semangat sekolah karena hanya ingin bertemu dengannya", melihatnya hadir di sekolah saja sudah cukup pada saat itu, ya... karena saya tidak berani berbicara dengannya secara langsung.
Semakin hari semakin kami dekat, mulai saling menyapa walaupun dengan anggukan dan tatapan, namun kurasa itu merupakan kemajuan yang luar biasa dalam hidupku.
Sampai pada saat, kelas kami berdua mengetahui kedekatan kami. saya selalu mengawasinya ketika kelas kami berdua sedang tidak ada guru.
Terdapat momen kelas kami berdua sedang tidak ada guru dan dia sedang berkumpul dengan teman-temannya di halaman kelasnya. Saya memberanikan diri untuk secara gamblang memperlihatkan bahwa saya sedang memperhatikannya. Namun entah angin apa, ketika saya memperhatikan dia, terdapat salah satu temannya yang merasa bahwa saya itu memperhatikan temannya itu, bukan dia. Padahal sudah jelas saya memperhatikan dia, ya, dia yang membuat hari-hariku lebih berwarna. pada saat itu tentunya...
(to be continued)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar